Ternyata bisnis juga dijalankan dengan bantuan tim solid agar sukses. Coba bayangkan jika anggota tim pada sebuah bisnis tidak kompeten atau semangatnya maju-mundur, maka bisnis juga mengikuti arah kerja dari tim yang menjalankannya. Kalau kamu mau bisnis mencapai target maka harus membuat aturan dasar untuk disepakati bersama.
Dengan menerapkan aturan, maka kamu bisa mengelola kinerja secara padat dan hasilnya juga di atas target. Nah, dengan keuntungan seperti ini maka bisnis bisa bertahan di arus derasnya kompetisi dan eradikasi yang semakin berkembang.
Maka dari itu, ini adalah beberapa pedoman buat kamu dalam mempelajari Aturan Dasar Team saat Berbisnis yang bisa mengarahkan dan memimpin alur jalan bisnis menjadi semakin sukses. Yuk baca artikel ini sampai selesai.
1. Result Orientation (Mengutamakan Output Kerja)
Sebagai anggota tim kerja pada setiap bisnis manapun jika tidak mengutamakan result orientation atau hasil sesuai dengan target, maka akan susah buat sebuah bisnis bisa berkembang. Result orientation adalah sebuah keharusan pada suatu tim bisnis yang dapat dipastikan jika setiap anggota tim memiliki motif seperti ini.
Selain mengincar KPI agar target income bisa naik, ternyata result orientation ini dapat meningkatkan kesejahteraan setiap member tim. Maka dari itu agar bisnis tertarget bisa sukses, mengatur pendirian result orientation tidak hanya disuruh tapi dari setiap per member tim itu wajib.
2. Seimbangnya Quality over Quantities
Ketika suatu tim bingung mana yang perlu dilakukan pada bisnis antara kualitas atau kuantitas, maka pilihlah untuk menyeimbangkannya. Banyak beberapa pebisnis sukses yang tau bagaimana cara agar kualitas dan kuantitas itu berimbang. Mengejar kuantitas terlebih dahulu mungkin diperlukan untuk meningkatkan konsistensi dan mengetahui kualitas diri yang bisa diupgrade.
Jika keduanya bisa seimbang pada titik waktu tertentu, dapat dipastikan work load balance sebuah bisnis bisa berkembang dan membuat target bisnis tercapai.
3. Kerja Sesuai dengan Peran dan Smart
Salah satu indikator anggota tim pada sebuah bisnis itu pintar adalah mereka tau bagaimana dalam berperan. Ketika menjalankan bisnis pastinya ada social driven yang menggerakkan peran mereka. Tidak salah jika peran mereka terjalin seiring berjalannya waktu. Namun ada baiknya juga mereka memulai peran dari saat awal bahkan sebelum bisnis berproses.
Belajar dengan mendiskusikan peran secara langsung pada setiap anggota tim bisnis ini diperlukan dengan begitu pemerataan tugas dan tanggung jawab bisa lebih tertata. Namun, pada dasarnya, peran yang ditentukan memang tidak terlalu melekat namun jika sudah punya tujuan bersama, akan terbentuk normal seiring berjalannya waktu.
4. Bangun Hubungan Baik dengan Leader
Leader adalah orang terhormat yang tanggung jawabnnya besar untuk mengarahkan tim, menjaga hasil akhir kerja dengan kualifikasi terbaik, sampai pada mengelola semangat dan mood tim, oleh karena tugasnya berat dan meskipun dia ditunjuk karena punya motif paling besar untuk keberhasilan berbisnis, maka menjaga hubungan baik dengan mereka itu wajib.
Jika kamu sering melihat beberapa drakor di ruang kerja bisnis, leader memang memiliki peran besar namun keberhasilan tidak selamanya karena faktor leadernya melainkan juga pada anggota tim yang salid.
5. Saling Memberi Kritik dan Saran Mendukung pada Team
Karena berbisnis dan tim bisnis ini bekerja untuk saling memelopori target tercapai, maka koordinasi dengan saling memberi kritik dan saran mendukung dari hasil atau result kerja masing-masing sampai bersama perlu dilakukan. Jangan menjadi robot dalam sebuah tim, namun jadilah manusia yang mampu menghidupkan tim dengan saling aktif.
Ketika ada yang salah, maka usahakan untuk perbaiki bersama. Jika ada yang kinerjanya bagus sanjung sebaik mungkin agar bisa menjadi contoh buat anggota lainnya, serta selalu kerahkan usaha kalian agar anggota tim menjalani hubungan baik meskipun saling mengkritisi dan kasih saran.
6. Terbuka pada Kritikan Mendukung
Kadang kalanya, kritikan mendukung itu tidak baik buat kedamaian tim karena satu saja terasa tidak wajar maka dapat merusak keseluruhan mood tim. Padahal kritikan itu sebenarnya mendukung agar output kerja pun sesuai dengan kriteria bersama. Namun, ada saja yang tidak mudah menerimanya karena terkadang dirasa kurang menghargai kerja yang sudah dikerahkan.
Oleh karena itu ada adab agar hasil kerja tidak selalu menerima kritikan yaitu selalu patuhi aturan briefing dari atasan. Karena jika kamu sudah sesuai dengan briefing, maka jika dikritik dan kamu tidak terima setidaknya masih punya pegangan.
7. Tingkatkan Solidaritas Bersama pada Lingkup Kerja
Sedangkan itu tim yang bagus adalah yang solidaritasnya tinggi. Apa maksudnya? Yaitu tim yang mau berkembang bersama meskipun sudah dikritik pedas, dipandang sebelah mata tapi mereka bisa membangun mood kerja baik dan hasil kerjanya juga memenuhi standart. Tim solid berisikan anggota seperti ini pasti akan seru, menantang, dan penuh semangat untuk meraih sukses bersama.
Cara meningkatkan solidaritas bersama adalah dengan memupuk peran kalian sebaik mungkin pada tim tersebut. Jadi kalian akan saling bisa memahami dan memaklumi setiap hal yang dimiliki oleh tim, mau itu baik dan buruk tetapi tujuannya sama.
8. Buat Apresiasi pada Team yang Sudah Kerja Keras
Terakhir adalah dengan selalu memberi apresiasi kerja pada tim yang sudah kerja keras. Dengan apresiasi yang diberikan dalam bentuk apapun tidak hanya berfungsi sebagai alat pengerat hubungan satu sama lainnya namun juga meningkatkan rasa kekeluargaan. Apresiasi yang diberikan pun lebih baik diimbangi antara moral dan moril. Nggak hanya mengenai masalah uang, namun juga tentang rasa solidaritas dan kekeluargaan.
Agar bisnis bisa mencapai target, Aturan Dasar Team saat Berbisnis ini perlu untuk diimplementasikan. Percaya jika sesuatu yang diatur dengan kesepakatan bersama lebih memperbaiki kualitas dalam berkehidupan, tidak hanya juga berlaku pada dunia bisnis. Semoga tim bisnismu selalu mencapai target KPI ya.
