Ada banyak jenis bisnis nggak hanya UMKM tapi juga startup dan agensi yang sedang stuck di tahap level intermediate atau menengah. Biasanya mereka dihadapi oleh keinginan bisa merambat ke level yang lebih tinggi dari target yang ada atau bahkan mereka stuck di level tersebut karena salah dalam menerapkan strategi.

Beberapa bisnis yang ada di level menengah ini harus menerapkan strategi baru jika memang masih berada di tahap yang sama dalam waktu yang lama. Sayangnya bisnis tersebut belum bisa bergerak karena sudah terlalu memakai strategi lama mereka yang memang sudah pakem.

Oleh karena itu ada beberapa macam penerapan Strategi Naik Level Buat Bisnis Menengah agar bisa meraih goal yang sesuai ekspektasi mereka atau bisa meraih di atas perencanaan target bisnis secara berkesinambungan. Baca artikel ini untuk mengetahuinya.

1. Memperbanyak Soft Selling atau Organik

Sebenarnya jika bisnis sudah skala intermediate pasti sudah pernah soft selling terlebih dahulu dengan konten-konten yang sudah ada. Namun karena salesnya nggak banyak, maka harus lebih mengetahui cara analisa engagement konten dari bisnismu pada sosial media dan Instagram agar bisa menargetkan lebih banyak lagi sales dari target.

Belajar menganalisa audiences itu wajib karena dengan begitu kamu bisa mengetahui trend sebelum itu dimulai.

Seperti halnya kamu mendapati data konten edukasi ternyata yang lebih mendatangkan reach dan impressi pada beberapa jenis konten tertentu saja, oleh karenanya membidik rasa penasaranmu pada audiences bisa dilakukan dengan memperbanyak soft selling secara organik.

2. Merombak Planning Konten Pilar Bisnis

Jika konten-kontenmu ternyata nggak mencapai KPI, pasti sedih banget. Namun itu berarti kamu perlu memperbaiki lagi strategi konten pilar pada bisnismu. Bisnis skala menengah bisa disamakan dengan bisnis yang berkembang di luar pencapaian angka-angka analisa sosial media, seperti berapa banyak kliennya yang sudah bergabung, proyek-proyek yang dikerjakan, dan masih banyak lainnya.

Maka dari itu jika ingin meningkatkan skala ke level selanjutnya cara memperbaiki konten pilar bisnismu ini adalah cara yang efektif.

Kamu bisa mulai dari perencanaan konten yang lebih update dengan era yang selalu berubah-ubah, misalkan dengan menjadi membership software editing atau menabung foto meme untuk konten yang semakin relevan dan menjadi membership banyak media paper online yang menyediakan informasi sesuai niche bisnismu.

3. Melakukan Pembaruan Produk atau Layanan

Ketika kamu pertama kali meluncurkan produk atau layanan, maka kamu tau seberapa performa salesnya. Sedangkan itu dari data-data sales yang ada, ada sebuah pola pemahaman mengenai produk yang berpotensi bisa dikembangkan lagi atau mungkin menjual produk dan layanan baru yang lebih update dengan kebutuhan market.

Maka dari itu sales bisa meningkat ketika kamu selalu dapat memperbarui produk dan layanan lebih relevan dengan perkembangan arus. Atau ada jalan alternatif lain jika mau sales meningkat, yaitu dengan tolak ukur produk dan layanan dengan kompetitor. Maka dari itu hubungan tidak langsung dengan kompetitor untuk mempercepat screening produk mereka sebagai bahan refleksi juga perlu dilakukan.

4. Mengcluster Strategi Bisnis Baru

Sebagai pebisnis kamu perlu punya rencana cadangan dari rencana-rencana awal yang sedang berjalan. Ini juga disebut dengan strategi cluster bisnis. Kadang kalanya saat era media sosial berkembang tidak tau arah, strategi awal kamu tidak lagi relevan sehingga kamu perlu membuat tambahan dan mencadangkannya.

Misalkan strategi awalmu adalah menjual e-learning dengan cara landing page dan ads pada jenis konten informatif, namun ternyata bidikan sales kamu nggak sesuai target. Akhirnya kamu memperbarui konten ads kamu dengan lebih tertarget menggunakan konten edukatif, sehingga target marketnya lebih sesuai dan sales nya pun jadi tidak sia-sia. Selain itu masih ada banyak project case lainnya yang mengharuskan strategi cadangan baru.

5. Mengaudit Strategi Bisnis Lama dan Perbaiki

Selain itu apabila bisnis mu masih stuck di level menengah, maka selain memikirkan strategi cadangan, audit strategi bisnis lama dan memperbaikinya adalah hal yang tepat. Pasti ada kesalahan dalam suatu Strategi Bisnis lama sehingga menghambat pertumbuhan bisnis ke arah yang lebih tinggi.

Namun, apabila kamu tidak menemukan strategi lama mana yang tidak berhasil, cara paling tepat adalah dengan melihat apakah strategi lamamu masih relevan dengan perkembangan zaman atau tidak. Jika sudah ketinggalan maka perlu diperbaiki lagi.

6. Melakukan Riset Pasar dan Kompetitor Berkala

Bisnis jika mau mengarah semakin maju, maka harus sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu riset pasar dan kompetitor secara berkala dan kontinyu adalah suatu kewajiban. Pada banyak bisnis, mereka yang tutup dalam menjalankannya adalah yang nggak bisa menyesuaikan dengan zaman. Lalu apakah ada cara lainnya supaya masih bisa menghasilkan profit?

Ada, jika kamu berani merombak bisnis secara realitis dan bermotif demi mempertahankan profit. Coba sesuaikan strategi dengan cara realistis atau hanya untuk profit semata. Namun jika mengejar keuntungan selain cuan, maka kamu dengan mudah bisa mengikuti trend market karena kamu berorientasi human-friendly. Bisnis yang human-friendly itu bagus.

7. Menganalisa Peluang Baru bagi Bisnis

Karena bisnis yang dijalankan ingin meraih tingkat level yang lebih sukses, maka kamu harus pandai dalam analisis peluang baru buat bisnis tidak hanya bertahan di arus derasnya perkembangan zaman namun malah membuat suatu dobrakan baru di dunia bisnis.

Jika kamu punya faktor USP dan merasa yakin bahwa produk dari peluang yang dipantau bisa sukses, maka tidak ada salahnya untuk terus maju.

Beberapa pebisnis sukses seperti Denny Santoso membuat tribelio karena dia tau potensi keberhasilan dari produk digital di kemudian harinya sukses. Sehingga dia juga meraup keuntungan skala bisnis meroket.

Berikut adalah beberapa penjelasan terkait Strategi Naik Level Buat Bisnis Menengah. Semoga dengan membaca artikel ini ada motivasi agar bisnismu bisa naik skala ke level yang lebih tinggi. Terus semangat dalam berbisnis karena terkadang peluang tidak datang berkali-kali.